Diamku adalah kesucian cintaku. Aku
terinspirasi kalimat itu dari tulisan seorang teman di sebuah jaringan
komunikasi yang biasa disebut facebook. Temanku itu menuliskan bahwa bila belum siap melangkah lebih jauh dengan
seseorang cukup cintai dia dengan diam… . karena diammu adalah salah satu bukti
cintamu padanya… kau ingin memuliakan dia, dengan tidak mengajaknya menjalin
hubungan yang terlarang, kau tak mau merusak kesucian dan penjagaan hatinya..
karena diammu memuliakan kesucian dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah
dan iffahmu… . karena diammu bukti kesetiaanmu padanya…, karena mungkin saja
orang yang kau cintai adalah juga orang yang telah Allah SWT pilihkan untukmu…
. ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan Ali? Yang keduanya saling memendam
apa yang mereka rasakan tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan
suci nan indah... . karena dalam diammu tersimpan kekuatan..., kekuatan harapan
hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata hingga cintamu
yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata…, bukankah Allah tak akan
pernah memutuskan harapan hamba yang berharap padanya??, dan jika memang cinta
dalam diammu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata, biarkan ia
tetap diam… . jika dia memang bukan milikmu, toh Allah, melalui waktu akan
menghapus ‘cinta dalam diammu’ itu
dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat. Biarkan ‘cinta dalam
diammu’ itu menjadi memori tersendiri dari sudut hatimu menjadi rahasia antara
kau dengan Sang pemilik hatimu
Sungguh
tulisan itu mencerminkan perjalanan cintaku. Aku menaruh rasa terhadap temanku
sendiri. Kami perantauan dari sebuah daerah
di Jawa Timur. Berawal dari sebuah pertemanan, kami sama-sama
mendaftarkan diri di sebuah Perguruan Tinggi di Surabaya dan berkat perjuangan
yang cukup panjang akhirnya kami sama-sama pula diterima di Perguruan Tinggi
itu. Karena merasa menjadi anak perantauan dari daerah yang sama, lama kelamaan
kami jadi semakin dekat, dia juga acap kali main ke kos hanya sekadar untuk
ngobrol atau meminjam buku. Kami juga sering pulang dan pergi dari tanah
kelahiran kami menuju Surabaya kembali. Kebersamaan itu menjadikan perasaan aku
lain kepadanya. Hati ini begitu tenang, nyaman, dan berbunga-bunga setiap kali
berada di sampingnya. Aku seperti melayang tiap kali mendapat sms darinya,
perasaan ini jadi senang dan bersemangat tiap kali bertemu dengannya. Tak bisa
diungkapkan dengan kata-kata perasaan ini. Meskipun aku tahu dia telah
mempunyai seorang pacar yang juga tengan menempuh studi di kota apel.
Suatu
malam dia bercerita bahwa dirinya telah putus dengan pacarnya itu, hati ini
begitu bahagia karena merasa memiliki celah kesempatan untuk masuk dalam
hatinya, tapi....... di sisi lain aku merasa sedih karena melihat segurat
kekecewaan di raut wajahnya. Walaupun masa pacarannya hanya sampai kurang lebih
satu tahun tapi aku tahu dia begitu
sayang sama mantannya itu, karena dia harus menunggu jawaban iya dari mereka
masih sama-sama duduk di bangku SMP. Semenjak putus dia menjadi semakin baik
dan perhatian sama aku. Hanya cukup mengingat kebersamaan dengannya saja hatiku
sangat senang. Tapi kini telah merajut tali kasih kembali dengan seorang cewek,
tuk kedua kalinya aku kehilangan dia. Kini tiap kali aku mengingat kebersamaan
kami dulu, hati aku menjadi sangat sakit. Di hatiku paling dalam ingin aku
katakan bahwa aku sangat menyayanginya, aku sangat nyaman dan terlindungi jika
bersamanya, hati aku bisa sangat tenang berada di sampingnya tapi aku hanya
bisa katakan itu dalam hati aku sendiri. Aku akn tetap diam menjaga perasaan
ini untuknya, karena aku yakin Allah punya rencana sendiri yang terbaik buat
aku dan dia.
Aku
selalu sakit hati tiap kali membuka accunt facebooknya, di facebook itu dia
sering menuliskan perasaan hatinya dan apapun tentang dirinya dan kekasihnya.
Aku sangat yakin dia adalah anak baik-baik, dan dari keluarga yang baik-baik
pula, itulah salah satu alasan aku pula masih belum merelakannya bersama orang
lain. Di suatu malam saat aku membuka accunt facebook, aku membaca status yang
dia tulis ”Menjemput cinta di Surabaya”, aku cukup paham apa yang dia maksud.
Tapi ya sudahlah hidup ini akan terus berjalan dan aku berusaha dengan
kesendirianku memperjuangkan hidupku untuk masa depanku dan keluargaku. Dan
biarlah dia menjalani hidupnya dengan wanita yang dia sayang saat ini. Namu aku
akan tetap sayang dan diam untuk menjaga kesucian cintaku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar