Rabu, 23 Oktober 2013

Menjemput Cinta di Surabaya



Diamku adalah kesucian cintaku. Aku terinspirasi kalimat itu dari tulisan seorang teman di sebuah jaringan komunikasi yang biasa disebut facebook. Temanku itu menuliskan bahwa bila belum siap melangkah lebih jauh dengan seseorang cukup cintai dia dengan diam… . karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya… kau ingin memuliakan dia, dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan yang terlarang, kau tak mau merusak kesucian dan penjagaan hatinya.. karena diammu memuliakan kesucian dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu… . karena diammu bukti kesetiaanmu padanya…, karena mungkin saja orang yang kau cintai adalah juga orang yang telah Allah SWT pilihkan untukmu… . ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan Ali? Yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah... . karena dalam diammu tersimpan kekuatan..., kekuatan harapan hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata hingga cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata…, bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap padanya??, dan jika memang cinta dalam diammu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata, biarkan ia tetap diam… . jika dia memang bukan milikmu, toh Allah, melalui waktu akan menghapus ‘cinta dalam diammu’  itu dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat. Biarkan ‘cinta dalam diammu’ itu menjadi memori tersendiri dari sudut hatimu menjadi rahasia antara kau dengan Sang pemilik hatimu
Sungguh tulisan itu mencerminkan perjalanan cintaku. Aku menaruh rasa terhadap temanku sendiri. Kami perantauan dari sebuah daerah  di Jawa Timur. Berawal dari sebuah pertemanan, kami sama-sama mendaftarkan diri di sebuah Perguruan Tinggi di Surabaya dan berkat perjuangan yang cukup panjang akhirnya kami sama-sama pula diterima di Perguruan Tinggi itu. Karena merasa menjadi anak perantauan dari daerah yang sama, lama kelamaan kami jadi semakin dekat, dia juga acap kali main ke kos hanya sekadar untuk ngobrol atau meminjam buku. Kami juga sering pulang dan pergi dari tanah kelahiran kami menuju Surabaya kembali. Kebersamaan itu menjadikan perasaan aku lain kepadanya. Hati ini begitu tenang, nyaman, dan berbunga-bunga setiap kali berada di sampingnya. Aku seperti melayang tiap kali mendapat sms darinya, perasaan ini jadi senang dan bersemangat tiap kali bertemu dengannya. Tak bisa diungkapkan dengan kata-kata perasaan ini. Meskipun aku tahu dia telah mempunyai seorang pacar yang juga tengan menempuh studi di kota apel.
Suatu malam dia bercerita bahwa dirinya telah putus dengan pacarnya itu, hati ini begitu bahagia karena merasa memiliki celah kesempatan untuk masuk dalam hatinya, tapi....... di sisi lain aku merasa sedih karena melihat segurat kekecewaan di raut wajahnya. Walaupun masa pacarannya hanya sampai kurang lebih satu tahun  tapi aku tahu dia begitu sayang sama mantannya itu, karena dia harus menunggu jawaban iya dari mereka masih sama-sama duduk di bangku SMP. Semenjak putus dia menjadi semakin baik dan perhatian sama aku. Hanya cukup mengingat kebersamaan dengannya saja hatiku sangat senang. Tapi kini telah merajut tali kasih kembali dengan seorang cewek, tuk kedua kalinya aku kehilangan dia. Kini tiap kali aku mengingat kebersamaan kami dulu, hati aku menjadi sangat sakit. Di hatiku paling dalam ingin aku katakan bahwa aku sangat menyayanginya, aku sangat nyaman dan terlindungi jika bersamanya, hati aku bisa sangat tenang berada di sampingnya tapi aku hanya bisa katakan itu dalam hati aku sendiri. Aku akn tetap diam menjaga perasaan ini untuknya, karena aku yakin Allah punya rencana sendiri yang terbaik buat aku dan dia.
Aku selalu sakit hati tiap kali membuka accunt facebooknya, di facebook itu dia sering menuliskan perasaan hatinya dan apapun tentang dirinya dan kekasihnya. Aku sangat yakin dia adalah anak baik-baik, dan dari keluarga yang baik-baik pula, itulah salah satu alasan aku pula masih belum merelakannya bersama orang lain. Di suatu malam saat aku membuka accunt facebook, aku membaca status yang dia tulis ”Menjemput cinta di Surabaya”, aku cukup paham apa yang dia maksud. Tapi ya sudahlah hidup ini akan terus berjalan dan aku berusaha dengan kesendirianku memperjuangkan hidupku untuk masa depanku dan keluargaku. Dan biarlah dia menjalani hidupnya dengan wanita yang dia sayang saat ini. Namu aku akan tetap sayang dan diam untuk menjaga kesucian cintaku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar